Rabu, 10 April 2013

Pemimpinku adalah Panutanku

Dalam sebuah kerangka organisasi , sebuah pekerjaan , dan sebuah kelompok sosial di dalamnya pasti terdapat sebuah pemimpin,yang berfungsi sebagai ujung tombak dari permasalahan yang ada dalam sebuah kelompok itu sendiri.

Sedangkan sebuah kepimpinanan adalah bagaimana seorang pimpinan itu sendiri bisa mengatur bawahannya dengan cara berfikirnya beliau. Tidak mudah memang untuk bisa dikatakan seseorang itu menjadi pemimpin yang bijak,bijak dalam pembawaannya,bijak dalam memutuskan sebuah permasalah,dan yang terpenting dan terkdang sulit adalah ketika seorang pemimpin harus bijak dalam mecari solusi dari sebuah permasalahan yang ada.

Bahkan menurut berbagai tokoh kepemimpinan dapat didefinikasikan sebagai berikut :

Kepemimpinan atau leadership merupakan ilmu terapan dari ilmu-ilmu social, sebab prinsip-prinsip dan rumusannya diharapkan dapat mendatangkan manfaat bagi kesejahteraan manusia (Moejiono, 2002). Ada banyak pengertian yang dikemukakan oleh para pakar menurut sudut pandang masing-masing, definisi-definisi tersebut menunjukkan adanya beberapa kesamaan.

·         Menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.
·         Menurut Young (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.
·         Moejiono (2002) memandang bahwa leadership tersebut sebenarnya sebagai akibat pengaruh satu arah, karena pemimpin mungkin memiliki kualitas-kualitas tertentu yang membedakan dirinya dengan pengikutnya. Para ahli teori sukarela (compliance induction theorist) cenderung memandang leadership sebagai pemaksaan atau pendesakan pengaruh secara tidak langsung dan sebagai sarana untuk membentuk kelompok sesuai dengan keinginan pemimpin (Moejiono, 2002).

Dan ternyata dapat disimpulkan menjadi seorang pimpinan itu tidak begitu mudah ,selain dia harus membuat perencanaan yang matang bagi suatu pekerjaannya,dia juga masih mempunyai loyalitas yang tinggi terhadap bawahannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar